Ulang Tahun = Intropeksi Diri

Chinu 20Setiap tahun usia kita betambah. Dan setiap tahun itu juga kita akan merayakan hari ulang tahun kita dengan segala macam caranya yang kebanyakan dengan cara berpesta. Lalu di dalamnya ada kue tart, kado dan ucapan selamat tahun dari para kenalan kita. Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya ulang tahun tidak harus di identikan dengan pesta dan segala ’atribut’-nya itu? Malah seharusnya kita merenung dan melakukan intropeksi diri. Menyadari diri kita semakin tua. Demikian juga dengan tanggung jawab kita. Karena kita akan menghadapi hidup yang semakin kompleks dengan segala macam masalah didalamnya. Mulai dari soal teman, kampus, pacar, orang tua dan sebagainya.

Kalu dulu kita masih kanak-kanak, rasanya hidup kita penuh dengan kegiatan yang isinya bermain, bermain, dan bermain. Tapi sekarang, seiring bertambahnya usia, tentu kita harus menambahnya dengan tanggung jawab lain. Contoh paling kongkrit adalah ulang tahun ke-17. Sebelum usia itu, kita di anggap sebagi anak yang di bawah umur di mata hukum. Tapi saat kita ulang tahun ynag ke-17 , kita sudah dianggap sebagai warga negara dalam arti sesungguhnya yang kalau melakukan hal-hal melawan hukum mesti kita sendiri yang menanggungnya. Bentuk atau bukti pengesahan hal itu adalah kita boleh punya KTP (Kartu Tanda Penduduk) sendiri. Di sini orang tua nggak bisa lagi menjadi pelindung kita. Oh ya, suara kita pun sudah mulai diperhitungkan oleh negara, yaitu kita boleh ikit pemilu.

Ulang tahun juga bukan suatu yang luar biasa yang harus di rayakan dengan pesta, apalagi sampai besar-besaran. Chinu merasa ulang tahun Chinu lebih bermakna kalau Chinu ngerayain bareng-bareng orang tersayang terutama nyokap, bokap, dan adik-adik Chinu. Walupun nggak ada kue tart, tidak ada pesta, tetapi membekas di hati Chinu. Chinu bener-bener merasa ulta Chinu punya makna yang dalam.

Dengan dekat sama mereka, Chinu ngersa diri Chinu lebih berarti, karena masing-masing di antara kami tetap menjadi diri sendiri tanpa mesti berpura-pura sayang atau sok kenal sok deket, seperti yang biasa terjadi di sebuah pesta. Chinu juga merasa nyaman dan bener-bener menikmati rasa sayang di antara kami. Dan Chinu sangat bersyukur untuk itu. Sambil kemudian terpikir tetap bertanggung jawab menjadi bagian dari orang-orang tersayang. Unruk menjadi yang lebih baik, yang lebih bertanggung jawab!!!

Jadi, sebelum semua menjadi semakin sia-sia, kayanya udah waktunya kita membuktikan kalau kita bener-bener mulai bisa diberi tanggung jawab. Minimal ke diri kita sendiri. Mari, kita intropeksi diri, melihat ke dalam diri kita sendiri. Apakah setahun yang baru saja kita lewati ini berlalu dengan sia-sia, atau sebaliknya. Karena udah saatnya kita memberi makna pada kehidupan kita sendiri. Believe me !!! Self introspection and getting along together with our beloved person make our birthday more meaning

Satu komentar (+add yours?)

  1. mikha07
    Mei 28, 2010 @ 12:54:42

    Yang jadi pertanyaan, di hari ulang tahun kita harus sukacita ataw sebaliknya, bersedih melihat masa lalu yang begitu sia-sia.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.