Konsep Pemrograman Berbasis Objek

Pada konsep pemrograman  berbasis objek ini, kita akan membahas mengenai objek, Class dan Method. Berikut penjelasan singkat dan padat mengenai ketiga konsep diatas.

Object dan Class

Dalam Pemrograman Berorientasi Objek melihat atau memandang  sesuatu berdasarkan objek. Objek sebenarnya mencerminkan pola kerja manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Pada suatu objek dapat dilihat menjadi 2 (dua) hal, yaitu :

  1. Atributte
    Atribut merupakan  segala  sesuatu  yang melekat  pada Object.  Didalam  penerapan  didalam program, atribut adalah Variabel atau Member.
    Misalkan pada Object Burung. Atribut-atribut  yang melekat pada burung, misalnya paruh, ekor, sayap, kaki, mata, dan lain-lain.
  2. Behaviour
    Behaviour merupakan pola tingkah laku atau perilaku yang dimiliki oleh objek. Misalnya pada objek Burung memiliki perilaku diantaranya terbang, mengepakan sayap, berjalan dan lain-lain. Didalam penerapan didalam program, Behaviour adalah Method atau Fungsi.

Bentuk penulisan Class, seperti dibawah ini:

Contoh Penulisan Class

Contoh Penulisan Class

Bentuk penulisan mendeklarasikan Object, dengan menggunakan new, seperti dibawah ini :

Contoh Deklarasi Objek

Contoh Deklarasi Objek

  • nama_Class, merupakan nama Class yang akan dijadikan objek.
  • nama_objek, merupakan nama objek baru. Contoh Class sederhana:

    Contoh Class Sederhana

    Contoh Class Sederhana

Method

Method adalah implementasi operasi yang bisa dilakukan oleh Class dan Object. Operasi-operasi yang dilakukan oleh Methode, diantaranya, yaitu:

  1. Suatu Method bisa menerima dan memanipulasi data atau field didalam diri Method tersebut.
  2. Suatu Method bisa mempengaruhi nilai suatu Object lain.

Berikut bentuk penulisan deklarasi Method:
Tipe_Akses  Tipe_Return  NamaMethod(Argumen1,  Argumen2,…,Argumen-N)

Deklarasi Method

Deklarasi Method

Berikut penjelasan deklarasi Methode diatas:

  1. Tipe Akses,  menyatakan  tingkatan  akses  untuk memproteksi  akses  terhadap   data-data didalam Method, tipe akses ini bersifat opsional.
  2. Tipe Return, menyatakan nilai hasil yang diolah oleh Method akan dikembalkan atau akan mengirimkan  kepada objek yang memanggil Method. Bentuk Tipe Return, bisa berupa tipe data primitive yaitu integer, float, double dan lain-lain.

Apabila Method tidak akan mengembalikan nilai kepada objek yang memanggilnya, maka bisa dituliskan didepan nama Method dengan perintah void.

Karakteristik Pemrograman Berbasis  Objek
Sekarang  ini  dalam  tahap  mempelajari  pemrograman  berbasis  objek,  anda harus mengenal karakteristik yang dimiliki  pemrograman berbasis objek. Adapun ketiga karakteristik tersebut, yaitu :

  1. Enkapsulasi (Encapsulation)
    Karakteristik  ini  merupakan  suatu  cara  bagaimana  menyembunyikan  sedemikian  rupa suatu proses kedalam sistem, hal ini berguna untuk menghindari interferensi dari luar sistem dan juga lebih untuk menyederhakanan sistem itu sendiri.
    Kita ambil contoh,  pada saat anda mengganti chanel TV menggunakan remote TV, apakah anda mengetahui proses yang terjadi didalam TV tersebut ?, maka jawabannya tidak tau, dan anda pun sebagai  pembeli TV tidak mau  dipusingkan  dengan  proses  yang terjadi.  Maka hal tersebut menyederhakan sistem.
  2. Pewarisan (Inheritance)
    Pewarisan, bahasa kerennya  Inheritance. Dalam pemrograman berbasis objek, dimungkinkan suatu Class  bisa mewariskan  atribut  dan Method  kepada Class  yang lainnya  atau  subClass, sehingga membentuk Class hirarki.
    Sebagai contoh,  pada saat kita bicara mengenai bus, maka bus tersebut bisa mewarsikan kepada bus yang lain berupa, nomor trayek, body besar, jumlah penumpang banyak dan lain sebagainya.
  3. Polymorphism
    Karakteristik  dari polymorphism  yaitu memungkinkan   suatu objek  dapat memiliki  berbagai bentuk atau banyak bentuk. Bentuk dari objek ini bisa sebagai Object dari Classnya sendiri atau Object dari superClassnya.
    Pada polymorphism kita akan sering menjumpai 2 (dua) istilah  yang sering digunakan dalam pemrograman berbasis objek, istilah tersebut yaitu:

    • Overloading.
      Overloading yaitu menggunakan 1 (satu) nama objek untuk beberapa Method yang berbeda ataupun bisa juga beda parameternya.
    • Overriding
      Overriding akan terjadi apabila ketika pendeklarasian suatu Method  subClass dengan nama objek dan parameter yang sama dengan Method dari superClassnya.
  4. Abstrak
    Abstrak didalam pemrograman berbasis objek, yaitu dimaksudkan untuk melihat suatu sistem, menjadi lebih sederhana atau simple.
    Apabila kita melihat suatu sistem, misalnya motor, maka bisa kita lihat ada apa saja disistem motor ?, yang pasti  ada sistem  pengapian, sistem  rem, sistem  oper gigi dan lain  sebagainya. Maka kesemua sistem-sistem bersebut kalau kita lihat menjadi satu sistem yang lebih sederhana yaitu sistem motor.
  5. Modularity
    Setiap objek didalam pemrograman berbasis objek, memungkinkan  bisa dituliskan atau dibuat secara terpisah-pisah  dari objek lainnya. Sehingga program bisa lebih mudah dikembangkan dan dimodifikasi.
    Kita  ambil  contoh pada  sistem  motor, bisa  anda  bayangkan  seandainya  sistem  rem terebut langsung  menyatu  pada objek  utama  pada motor, apabila  seandainya  ada  perbaikan  atau mengubahan, maka akan membongkar objek utamanya, baru keobjek tujuan, maka hal ini akan makan  waktu  yang lama.  Maka  dengan adanya modularity,   apabila  ada objek  yang akan diperbaiki atau dimodifikasi, langsung keobjek tujuannya saja.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.